Sabtu, 30 Juli 2011

Wanita-Wanita Palestina Diperkosa di Penjara Israel

Wanita-Wanita Palestina Diperkosa di Penjara Israel

  Penyidik Israel melakukan perkosaan terhadap para muslimah Palestina yang ditangkap untuk memaksa mereka mengakui tuduhan yang ditimpakan atas mereka. Perilaku biadab ini diungkap seorang tahanan wanita Palestina yang telah dibebaskan dari penjara Israel.

Selain untuk mendapatkan pengakuan, peristiwa nista itu juga direkam untuk membungkam para korban. "Penyidik dan petugas intel Israel merekam perkosaan untuk menekan para tahanan wanita," tutur muslimah malang itu kepada IslamOnline.

"Saya telah diperkosa dan direkam. Saat saya bepergian ke Yordania selepas kebebasan saya, agen intelijen Israel mengancam saya untuk bungkam dengan mempergunakan foto-foto keji itu," ungkap wanita yang meminta namanya dirahasiakan.

Dia menambahkan, teknik biadab itu telah lama digunakan penyidik Isreal atas tahanan Palestina.

''Mereka telah menggunakan teknik perkosaan sebelum saya ditahan dan masih mempraktekkannya sampai hari ini," jelas wanita yang sempat menghabiskan hari-hari kelam selama 9 tahun di penjara Israel.

Aib besar yang ditanggung muslimah-muslimah Palestina ini tidak pernah terungkap ke publik karena para korban memendamnya sendiri. Hal ini terkait dengan sikap konservatif masyarakat Palestina menyangkut isu sensitif ini.

Di samping itu, pihak Israel mengancam akan menyebarluaskan foto-foto perkosaan yang mereka alami jika mereka berani menyingkap praktek keji itu ke publik atau media.

Praktek-praktek pelecehan seksual ternyata tidak hanya dilakukan terhadap tahanan wanita. Dalam wawancara melalui telepon yang berhasil dilakukan IslamOnline terhadap seorang tahanan pria Palestina terungkap dia tidak pernah diperkenankan mengenakan pakaian sejak ditahan delapan bulan yang lalu.

"Saya tidak pernah boleh berpakaian selama itu. Para penjaga selalu mengawasi kami selama 24 jam sehari. Jika kami melanggar kami akan disiksa." ungkapnya. (ish/iol)
http://www.oaseislam.com/modules.php?name=News&file=article&sid=288
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar