Sabtu, 13 Agustus 2011

Makin Banyak Ekstrimis Yahudi Bergerombol di Masjidil Aqsha

Di bawah pengawalan sangar ketat dari polisi Zionis, kemarin ratusan pemukim Yahudi secara provokatif berkeliaran di Masjidil Aqsha memperingati Tisha B’Av alias “perusakan Kuil Gunung”.
Sejak jam 7 pagi , polisi telah mengamati orang-orang Yahudi memasuki komplek Masjidil Aqsha lewat Pintu Mughrabi dalam kelompok-kelompok kecil yang berjumlah lebih banyak dari hari sebelumnya.
Para penerobos itu lalu berkeliaran di halaman masjid, sementara polisi mengancam kaum Muslimin yang mendekati para penerobos itu.
Laporan-laporan sebelumnya mengatakan, kaum Muslimin yang melakukan I’tikaf di Masjidil Aqsha sudah beberapa kali dipaksa meninggalkan masjid. Puluhan Muslimin yang berada di dekat tempat kejadian meneriakkan takbir berkali-kali.
Radio Zionis melaporkan dua orang warga Al-Quds telah ditangkap karena melawan penerobosan yang dilakukan oleh gerombolan tersebut.
Pada hari Senin kemarin, sekitar seribu orang pemukim Yahudi membanjiri jalan-jalan Al-Quds alias Yerusalem menyerukan direbutnya kembali Masjidil Aqsha yang mereka sebut Temple of Mount (Kuil Gunung).
Diantara mereka yang ikut serta dalam demonstrasi yang menuju ke halaman Buraq (Dinding Barat) adalah anggota-anggota parlemen Zionis seperti Michael Ben-Ari dan Aryeh Eldad, dari National Union Party.
Menurut kaum Yahudi, kuil pertama dirusak oleh bangsa Babilonia pada tahun 586 sebelum Masehi dan kemudian oleh bangsa Romawi pada tahun 70.
Sementara itu, umat Islam menandai bulan suci Ramadhan dengan berpuasa dan beribadah di Masjidil Aqsha, tempat suci ketiga.
Dalam sebuah pernyataan, anggota parlemen Palestina Salim Salama mengecam penyerangan kaum Yahudi terhadap Masjidil Aqsha itu, seraya memperingatkan bahwa tindakan-tindakan itu merupakan langkah awal bagi dibagi duanya komplek Masjidil Aqsha seperti yang dialami Masjid Ibrahimi di kota Al-Khalil.
Dia menyerukan jama’ah Masjidil Aqsha untuk bertahan di dalam masjid untuk mempertahankan dan melawan kejahatan kaum Yahudi yang menerobos dan menghinakannya.
Syeikh Ikrimah Sabri, Ketua Otoritas Islam di kota Al-Quds yang terjajah, telah mengecam aksi kaum Yahudi yang menorobos masuk Masjidil Aqsha di bulan suci Ramadhan.
Syeikh Sabri juga menyatakan bahwa penjajah Zionis Israel selalu meningkatkan tekanannya kepada rakyat Palestina di bulan Ramadhan. Ia menyerukan agar umat Islam tetap meramaikan ibadah di Masjidil Aqsha.*

0 komentar:

Posting Komentar