Sabtu, 06 Agustus 2011

Zionis Nekad Terus Bangun Jaringan Terowongan di Bawah Masjidil Aqsha

Pemerintahan penjajah Zionis dikabarkan tengah mempersiapkan pembukaan sebuah jaringan terowongan bawah tanah dekat Masjidil Aqsha di Al-Quds Timur (East Jerusalem).
PIC mengutip Haaretz yang melaporkan, jejaring terowongan itu akan memanjang seperti ular dari kawasan suci Haram Asy-Syarif sampai ke Kota Tua Al-Quds.
Beberapa bagian dari jaringan terowongan itu digali dalam waktu yang berbeda-beda selama 40 tahun terakhir ini.
Terowongan-terowongan itu saling berhubungan satu sama lain, dengan pintu utamanya berada di kawasan Silwan, yang bersebelahan persis dengan Masjidil Aqsha.
Dari titik itu, jaringan terowongan itu dapat terus memanjang ke halaman Al-Buraq – tempat Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam menambatkan tunggangannya saat Isra’ dan Mi’raj – di bagian barat Masjidil Aqsha.
Jejeringan terowongan itu terus memanjang lagi sampai ke bagian bawah tanah kawasan Muslim di Kota Tua – di mana sejumlah pemukiman Yahudi dan sinagog dibangun di atas tanah yang dirampas dari warga Muslim Palestina.
Para pejabat Zionis merencanakan jaringan terowongan itu nantinya akan menjadi pusat pariwisata yang akan menarik kedatangan ratusan ribu turis tiap tahunnya, demikian Haaretz.
Para turis itu akan bisa masuk ke Silwan – tempat warga Palestina terus menerus diteror agar mengungsi – lalu berjalan di bawah tanah menuju Kota Tua Al-Quds.
Menurut Haaretz, kerja penggalian terowongan itu telah merusak kekayaan arkeologik bawah tanah kawasan itu.
Tujuannya adalah untuk terus menggali sampai lewatlah semua kekayaan sejarah Islam dan Nasrani, sampai berhasil menemukan bukti-bukti sejarah Yahudi.
Seorang arkeolog Yahudi bernama Yoram Tseverir sudah pernah menyatakan, tindakan penggalian di bawah Masjidil Aqsha itu “salah” dan bahwa tidak akan ada penemuan ilmiah apa pun di sana.
Yang jelas, pembangunan infrastruktur terowongan itu sudah menyebabkan keretakan parah dan runtuhnya beberapa bagian masjid suci Al-Aqsha.

0 komentar:

Posting Komentar